Sejarah Resimen Mahasiswa Indonesia dan IARMI berakar kuat dari perjuangan kemerdekaan dan keterlibatan aktif mahasiswa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan tanah air.
Cikal Bakal: Tentara Pelajar & Batalyon Mahasiswa
Keterlibatan kaum terpelajar dalam pertahanan negara berawal dari era perang kemerdekaan melalui Tentara Pelajar (TP) dan Corps Mahasiswa (CM). Pada tahun 1959 di Jawa Barat, dibentuk Batalyon Inti Serba Guna yang kemudian dikenal sebagai Batalyon 131/Wira Makara di Universitas Indonesia dan Batalyon Mahawarman di Jawa Barat, yang dibina langsung oleh Kodam VI/Siliwangi atas gagasan Jenderal A.H. Nasution.
Kelahiran Resimen Mahasiswa Indonesia
Pada masa konfrontasi Dwikora dan Trikora, peran mahasiswa bersenjata semakin dikukuhkan. Pemerintah secara resmi melembagakan Resimen Mahasiswa melalui Keputusan Bersama Menteri Pertahanan dan Keamanan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta Menteri Dalam Negeri (Surat Keputusan Bersama 3 Menteri) sebagai wadah penyaluran hak dan kewajiban warga negara dalam pembelaan negara di perguruan tinggi.
Kelahiran IARMI Sebagai Wadah Alumni
Seiring berjalannya waktu, ratusan ribu kader Resimen Mahasiswa telah menyelesaikan studi dan mengabdi di berbagai profesi mulai dari akademisi, birokrasi, TNI/Polri, profesional swasta, politisi, hingga wirausahawan. Untuk menjaga kesinambungan dharma bakti serta memelihara semangat korps, maka pada tanggal 28 Oktober 1980 dideklarasikan berdirinya Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI). Sejak kelahirannya, IARMI konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam penguatan ketahanan nasional, pendidikan bela negara, aksi kemanusiaan SAR, dan pengembangan kapasitas kepemimpinan generasi muda penerus bangsa.
Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) adalah sebuah wadah keberhimpunan para abituren atau alumni Resimen Mahasiswa (Menwa) yang tetap berkomitmen penuh akan integritas NKRI, Nilai-nilai dasar kejuangan 1945, Pancasila dan UUD 1945. Wadah ini berupa organisasi kemasyarakatan yang telah eksis cukup lama dan bukan sekedar sebuah kumpulan para eksponen anggota Menwa untuk bernostalgia semasa menjadi anggota Menwa aktif, namun lebih dari itu berkeinginan besar untuk turut memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan negara, dengan semangat pengabdian. Pengabdian kepada bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia tidak terbatas dalam lingkup tugas menjadi abdi negara baik dilingkungan sipil maupun militer (PNS, TNI dan POLRI). Sebagaimana halnya dengan Menwa yang merupakan wadah berhimpun pemuda-mahasiswa yang concern akan hakikat dan makna bela negara sesuai amanat konstitusi Pasal 30 UUD 1945, telah melahirkan kader-kader patriotis yang sangat cinta tanah air. Maka IARMI pun memiliki sikap kejuangan yang sama, sebagai sebuah organisasi yang merupakan penerus dari perjuangan Tentara Pelajar dan Corps Mahasiswa semasa revolusi fisik (1945-1950), dan tentunya para eksponen IARMI yang notabene adalah kader-kader bangsa yang terlahir dan dibentuk dari Resimen Mahasiswa, mempunyai tekad yang lebih besar untuk meneruskan estafet kepemimpinan bangsa dan terlibat dalam proses pembangunan, baik dibidang pemerintahan maupun perekonomian.
Hingga memasuki tahun 1980-an, dimana jumlah para kader bangsa eksponen Menwa cukup melimpah dan bekerja diberbagai sektor kehidupan, maka keutuhan akan sebuah wadah berhimpun para mantan anggota Menwa ini dirasakan sangat penting keberadaannya. Penyebaran kader-kader bangsa mantan anggota Menwa yang memiliki latar belakang multi-disiplin keilmuan ini telah berkiprah dengan baik dan bertanggung jawab di hampir semua sektor kehidupan berbangsa dan bernegara. Para mantan anggota Menwa yang kemudian disebut para Alumni Menwa Indonesia saat ini terus berkiprah secara langsung dalam penyelenggaraan negara dan mewarnai roda kehidupan. Perkiraan jumlah para alumni Menwa saat ini mungkin sudah mencapai satu juta jiwa dan menyebar diberbagai bidang kehidupan serta bersama elemen masyarakat lainnya turut berkiprah membangun negeri, dengan beragam latar belakang profesi.
Keberadaan IARMI sebagai sebuah organisasi tersendiri yang khusus menampung potensi alumni Menwa ini dirasakan perlu untuk eksis dan dikembangkan. Bermula dari serangkaian pertemuan informal beberapa tokoh alumni Menwa Mahadjaja (Jakarta) pada awal tahun 1979, seiring telah dikukuhkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri; Keputusan Bersama Menhankan/Pangab, Mendikbud dan Mendagri RI Nomor: Kep/02/I/1978, Nomor: 05/a/u/1978 dan Nomor: 17A Tahun 1978 tanggal 19 Januari 1978 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan Organisasi Resimen Mahasiswa, yang mengatur eksistensi Menwa (sebagai pelanjut WALAWA) sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus (UKMK) di perguruan Tinggi, maka para alumni memandang penting untuk mengkonsolidasikan barisan. Dengan tujuan agar arah perjuangan para alumni Menwa untuk membangun bangsa tidak terdistorsi oleh kesibukan lingkungan kerja masing-masing. Rangkaian pertemuan itupun mencapai klimaksnya dengan penyelenggaraan REUNI ALUMNI MENWA/WALAWA di Balai Agung Gedung Pusat Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta diakhir tahun 1979 yang dihadiri oleh Kepala Pusat Cadangan Nasional-Departemen Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia (KAPUSCADNAS-DEPHANKAM RI). sekarang DIRJEN POTHAN-KEMENHAN RI, Red. Kemudian setelah acara reuni tersebut, Kapuscadnas saat itu, Bapak Mayjend TNI R.H.A Saleh langsung menunjuk Bapak Tjipto Sukardhono (salah seorang Alumni Men Mahadjaja) sebagai Ketua Tim Pembentukan organisasi Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) dengan diawali pertemuan berbagai organisasi Ikatan Alumni (IKA) Menwa Lintas Daerah, seperti; Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur.
Lebih lanjut, Puscadnas pun memfasilitasi tempat rapat untuk membahas pembentukan AD/ART IARMI di wisma Pucadnas di Bandung, Jawa barat. Setelah draf AD/ART selesai, maka Tim yang diketuai Bapak Tjipto Sukardhono kemudian menghadap Letjen TNI Widjojo Sujono (Pangkowilhan Jawa dan Madura) untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut. Pangkowilhan lalu mengarahkan agar segera menyelenggarakan Musyawarah Nasional (MUNAS I) Alumni Menwa se-Indonesia yang diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 28 Oktober 1980 dan dalam pelaksanaan MUNAS I itu terpilih sebagai Ketua Umum adalah Bapak Tjipto Sukardhono dengan Sekretaris Jenderal Bapak Susilo Raharjo. Dengan demikian beliau berdua tercatat sebagai Pimpinan Nasional IARMI yang pertama. Setelah terpilih menjadi Ketua Umum, Bapak Tjipto Sukardhono kemudian dipanggil menghadap Presiden RI Bapak Soeharto di kantornya, Bina Graha untuk mendapatkan arahan lebih lengkap lagi. Setelah itu, maka rangkaian kerja dan mekanisme berorganisasi para Alumni Menwa pun menjadi utuh dan bersatu, semua IKA-Alumni diberbagai perguruan tinggi pun menyatu dalam struktur organisasi IARMI.
KONSOLIDASI IARMI
Selanjutnya Kepemimpinan Pertama Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPN IARMI) mulai bekerja dan berkonsolidasi. Hasil konsolidasi-konsolidasi lanjutan organisasi IARMI adalah sbb;
Selanjutnya Kepemimpinan Pertama Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPN IARMI) mulai bekerja dan berkonsolidasi. Hasil konsolidasi-konsolidasi lanjutan organisasi IARMI adalah sbb;
- Tahun 1981, Melaksanakan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS I) di Hotel Indonesia yang dibuka oleh Kaskopkamtib Letjen TNI Widjojo Sujono.
- Tahun 1985, melaksanakan Musyawarah Nasional yang Kedua (MUNAS II) di Magelang. Hasil Munas IARMI II ini memberikan kepercayaan kembali kepada Bapak Tjipto Sukardhono sebagai Ketua Umum untuk periode kedua dan Bapak Haryadi Suwandar sebagai Sekretaris Jenderal. Berbagai program dan prestasi kepengurusan awal ini telah menorehkan sinergitas potensi alumni menwa dengan Instansi pemerintah maupun swasta dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan untuk bela negara dan persatuan kesatuan dalam bingkai NKRI.
- Tahun 1990 dilaksanakan kembali Musyawarah Nasional yang Ketiga (MUNAS III) di Cipayung, Jawa barat. Dalam MUNAS III/1990 ini sempat dihadiri pula oleh "salah seorang pendiri" Resimen Mahasiswa Indonesia, Jenderal TNI (Purn) A.H. Nasution dan terpilihlah Bapak P.A. Rangkuti dan Sekretaris jenderal Bapak Parlin Simanjuntak.
- Tahun 1995, Perjalanan organisasi dilanjutkan dengan Musyawarah Nasional Keempat (MUNAS IV) di Pondok Cabe dan terpilih Ketua Umum Bapak Haidar R.S. dan Sekretaris jenderalnya Bapak Parlin Simanjuntak.
- Tahun 2000, Regenerasi kepemimpinan nasional dikalangan alumni Menwa pun terus berlangsung dengan baik dengan pelaksanaan Musyawarah Nasional Kelima (MUNAS V) yang dilaksanakan di Ciambeluit, Bandung. Dalam MUNAS V/2000 terpilih Ketua Umum Bapak Agustomo dan Sekretaris Jenderal Bapak Abidin M.Z. Periode ini merupakan periode transisi yang kritis, mengingat eksistensi Menwa terancam punah karena proses reformasi yang menyebabkan tanggung jawab negara untuk membina Menwa mengendur. Namun keadaan ini berangsur-angsur dapat dipulihkan, bahkan Menwa aktif mampu mengkonsolidasikan diri dalam wadah Badan Kordinasi Nasional (BAKORNAS) Menwa, dengan peran serta para Kepala Staf Resimen dari berbagai daerah. Terpilih sebagai pimpinan BAKORNAS adalah Bapak Wisnu Kumoro.
- Tahun 2005, diselenggarakan Musyawarah Nasional Keenam (MUNAS VI). Dalam MUNAS VI/2005 ini kepercayaan forum diberikan kembali kepada Ketua Umum Bapak Agustomo (untuk kepengurusan lanjutan) dengan Sekretaris Jenderal Bapak Wisnu Kumoro. Dan didalam periode kepengurusan ini, konsolidasi Menwa aktif dalam BAKORNAS kian mengkristal dan melebur dalam Rapat Komando Nasional Menwa Indonesia diakhir tahun 2006 yang menghasilkan terbentuknya Komando Nasional Resimen Mahasiswa (KONAS MENWA) Indonesia sebagai yang semakin memantapkan peran dan eksistensi Menwa hingga saat ini. Terpilih untuk memimpin KONAS Menwa adalah Sdr. Ariza Patria sebagai Komandan Nasional (Dankonas) dan Sdr. Erwin H. Al-Jakartaty sebagai Wakil Komandan Nasional (Wadankonas).
- Tahun 2009, Setelah berjalannya waktu periode yang kedua dari kepemimpinan Bapak Agustomo, akhirnya konsolidasi organisasi semakin dimantapkan dengan dilaksanakannya Musyawarah Nasional Ketujuh (MUNAS VII) pada 18 Desember 2009 di Wisma Bahtera, Cipayung, Bogor dan terpilihlah Bapak M.S. Kaban sebagai Ketua Umum dengan Sekretaris Jenderalnya Bapak Ariza Patria.
- Tahun 2011, Selanjutnya DPN IARMI melaksanakan Seminar Nasional dan Rapat Pimpinan Nasional IARMI yang pertama (RAPIMNAS I IARMI) pada 2-4 Desember 2011 di UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat Tangerang Selatan
- Tahun 2015, DPN IARMI menyelenggarakan Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) dan Silahturahmi Nasional (SILATNAS) IARMI se-Indonesia dibantu oleh DPP IARMI Jawa Timur sebagai panitia lokal. Kegiatan dilaksanakan pada 20-22 Februari 2015 di Gd. Chandra Surabaya. Rapimnas 2015 merupakan momentum penting perjalanan keorganisasian IARMI, selain untuk menyambut terbitnya Keputusan Bersama 4 Menteri (Menhan, Mendagri, Menristek Dikti dan Kemenpora) 2014 tentang pembinaan dan pemberdayaan Menwa Indonesia, juga forum ini dihadiri oleh Menkopolhukam RI Bpk. Laksamana Tejo Edhy Purjiyatno dan Panglima TNI Jenderal Joko Susilo yang dalam sambutannya mengatakan bahwa "Dalam tubuh Menwa dan Alumninya mengalir DNA TNI".
IARMI pun kian memantapkan diri menyongsong era dimasa depan yang penuh tantangan. Periode kepengurusan wadah berhimpun para Alumni Menwa saat ini, telah mendorong penguatan peran organisasi dalam suatu format struktural organisasi ditingkat pusat dengan nama Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPN IARMI) dengan semakin menajamkan konsolidasi organisasi dengan menguatkan kepengurusan di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga Alumni Menwa perguruan tinggi (Tingkat Komisariat). Regenerasi organisasi pun berjalan simultan di berbagai daerah dengan kepengurusan yang baru terbentuk secara bertahap mulai tahun 2010 hingga sekarang. Hal ini perlu terus dilakukan mengingat kuatnya era desentralisasi dengan semangat otonomi daerah dan demokratisasi. Dalam proses itu penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) serta RAPAT PIMPINAN NASIONAL (RAPIMNAS) dan Rapat-rapat organisasi sesuai tingkatan struktural di daerah pun akan menjadi penting dan diharapkan peran alumni Menwa dapat tersalurkan untuk turut serta membangun daerah untuk penguatan integritas nasional dan daerah. Selain tentunya semakin memantapkan pembinaan terhadap adik-adik Menwa yang masih aktif dalam struktur organisasi yang semakin berkembang di berbagai tingkatan kepengurusan.
Halaman Informasi
★
Pendaftaran Anggota
Bergabunglah bersama keluarga besar IARMI di seluruh Indonesia.